Sabtu, 26 Desember 2009

Di Ujung Senja


Larut dalam sepi sepertinya aku mendengar bahasamu,
seakan-akan rindu hinggap di pucuk senja


Rindu yang tak kunjung usai itu juga membawaku
melewati hangat pagi di tepi dermaga kayu,
dan indahnya senja biru di tengah lautan


Aku masih disini
menunggumu di ujung senja,
menanti di pinggir rindu


Pada ujung senja
kau lukis mega dengan seribu warna air mata

Kiranya
sepenggal kisah ini akan menjadi indah bersamamu ...

0 komentar:

Posting Komentar